Putus asa? 

“Kenapa apa yang saya minta, Allah tak pernah bagi?
Kenapa apa yang saya nak, lain pula yang saya dapat?
Kenapa saya sudah berdoa, dah buat kebaikan, tapi semakin ditimpa musibah dan dugaan yang berat?
Susahnya nak jadi orang baik!”
Suhaila agak beremosi.
Hannan tenang mendengar luahan tersebut.
Bukan sekali Suhaila mengeluh sebelum ini, sudah berkali-kali.
“Su, awak rasa kenapa Rasulullah saw susah payah pergi berperang?
Awak rasa, kenapa Rasulullah saw susah payah bangun malam, menangis berdoa untuk umatnya?
Awak rasa, kenapa Rasulullah saw diuji dengan pelbagai ujian hebat sepanjang hidupnya?”
Suhaila terdiam. Dia pandang wajah Hannan. Tertarik untuk mendengar lebih lanjut.
“Bukankah Rasulullah saw itu maksum? 
Bukankah Rasulullah saw itu kekasih Allah?
Kalau Allah begitu kasih dan cintakan Rasulullah kenapa menguji Baginda berat sekali?
Sepatutnya ringankan sedikit, bagi perjuangan Nabi saw mudah. 
Apa yang Rasul minta, sepatutnya Allah harus kabulkan segalanya tanpa syarat.
Sepatutnya Allah bagi kemenangan sepenuhnya kepada umat islam, tak perlu sampai mati dalam peperangan.
Sepatutnya Allah jangan sampai melukai hati Rasulullah saw dengan diambil orang-orang kesayangan anak isteri Baginda.
Tapi adakah begitu?”
Suhaila menjawab perlahan, 
“Ya, tidak begitu.. Kenapa Hannan?”
“Sebab Allah nak ‘beritahu’ kita agar kita faham.
Hidup di dunia ini lumrahnya ujian.
Semuanya diuji, hatta kekasih Rasulullah saw tak terkecuali.
Tapi apakah itu tanda Allah tak cintakan baginda? Tidak. ALLAH begitu cintakan Baginda saw.”
Hannan menarik sedikit nafas kemudian menyambung, 
“Sama juga dengan kita. 
Allah sangat cintakan semua hamba-Nya. Sebab Dia ciptakan kita. 
Kalaulah Allah nak bagi apa yang kita mahu, boleh saja sekelip mata.
Semuanya diperkenankan, semua yang kita minta dikabulkan, semuanya terbentang depan mata.
Contoh hari ini doa minta nak kereta, tak sampai 5 minit ting dah ada depan rumah.
Tak sempat kita nak doa panjang-panjang. Tak sempat kita nak sujud lama-lama. 
Semua dah Allah sediakan bahkan tanpa kita sempat doa. 
Nafas ini, tak mintak pun sebelum tidur, ‘ya Allah esok bagilah aku nafas lagi nanti mati kalau takde oksigen’.
Ada tak minta? Takde. Bahkan kita lupa sama sekali tentang itu.
Dan apa jadi bila semuanya mudah dan senang kita dapat tanpa mujahadah susah payah? 
Kita akan jadi kufur, kita susah nak syukur, kita akan sombong dan riak. Kita akan rasa kita hebat. Semua kita nak kita dapat.
Allahu, sedangkan Allah jadikan kita sebagai hamba yang tunduk khusyuk merendah di hadapan-Nya.
Sedangkan Allah jadikan kita untuk beribadah untuk-Nya di dunia.
Segala yang indah itu ada di syurga. Yang wajib Allah bagi balasannya kelak di syurga. 
Kita jadi baik untuk Allah, bukan untuk manusia.
Kita buat baik untuk gembirakan Allah. Bukan untuk manusia puji dan puja.
Dan pastinya jalan kebaikan orang-orang soleh itu semakin berat ujiannya.
Agar Allah tahu hati siapa yang sebenarnya beramal ikhlas pada-Nya.”
Suhaila tunduk sebak, mengakui segala yang dikatakan oleh sahabatnya.
“Ya, saya tamak, tak sabar dan tak redha untuk semua ujiannya hannan.”
“Kita sebenarnya bukan bersedih sebab apa yang kita hilang.
Kita sebenarnya bukan kecewa untuk segala kejahatan orang lakukan.
Kita sebenarnya bukan sedih sebab kata nista manusia.
Hanya kerana mungkin hati kita belum cukup utuh mencintai-Nya..
Jika sahaja sepenuh hati kita mengenal kasih sayang-Nya, kekuasaan-Nya, kelembutan-Nya, pasti hilang semua rasa sedih yang ada di jiwa
Kerana terpenuhi damai jiwa bersama cinta-Nya, janji-Nya yang Maha benar.”
Akhirnya mereka sama-sama menangis.
Hiduplah untuk cinta-Nya tidak akan pernah kecewa pada hidup yang sementara.
La tahzan. Jangan berputus asa pada rahmat-Nya. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s